Taman Perkotaan di Tebet Jakarta Selatan

Taman Tebet

Landscape Architects: SIURA Studio
Area: 73000 m²
Year: 2022
Construction Management: Disiplan Consult
Lead Landscape Architect: Anton Siura
Landscape Architects: Ario Andito, Subiakto, Alvin Praditya, Indira Odityasari, Chandra Savitri, Yudistira Dwi Nugraha, Ghina Nisrina, Niken Rahadiani, Natania Priska
Infrastructure Engineer: PT Wahana Krida Konsulindo
Quantity Surveyor: PT Lentera Sejahtera
Main Contractor: Idealand Cipta Hijau
Arbo Culturist: PT Ruang Hijau
City: Jakarta
Country: Indonesia

Konsep Taman

Hanya dalam waktu 15 bulan, taman umum yang sudah tua dengan lingkungan yang terdegradasi, aksesibilitas yang terputus, masalah banjir, dan masalah sosial diubah menjadi taman dinamis yang dianut oleh masyarakat setempat. Tebet Eco Park adalah proyek revitalisasi taman umum seluas 7,3 hektar yang berlokasi di Jakarta, Indonesia dengan fokus pada regenerasi aktif ekologi situs dengan konservasi pohon dan peningkatan infrastruktur biru-hijau. Pendekatan desain lanskap ekologis mengurangi risiko banjir melalui naturalisasi sungai. Hasil dari regenerasi kota baru ini adalah menciptakan lingkungan inklusif yang memfasilitasi akses terhadap beragam kegiatan rekreasi dalam suasana alami.

Jalur Sungai

Jalur Air yang Dinaturalisasi

Taman ini dipisahkan oleh saluran air terbuka sepanjang 714 m yang sangat tercemar akibat limpasan air yang tidak disaring dari daerah tangkapan air di hulu. Saat terjadi badai besar, taman ini sering terendam banjir karena perubahan iklim secara drastis mempengaruhi curah hujan yang tidak dapat diprediksi. Strategi utama untuk memastikan saluran air dirancang dengan tepat melalui sistem berbasis alam adalah dengan meningkatkan kinerja hidrolik. Kanal yang dulunya sangat tercemar kini direvitalisasi menjadi jalur air aktif dengan pendekatan adaptif iklim. Sungai yang dipulihkan secara ekologis, ditanami vegetasi tepi sungai, meningkatkan kualitas air dengan menyaring dan membersihkan limpasan air di sekitarnya serta meningkatkan keanekaragaman hayati di lokasi tersebut. Jalur air yang lebar dan berkelok-kelok meningkatkan kapasitas hidrolik, menyediakan dataran banjir yang tangguh, dan mengembalikan ekosistem sungai asli yang beragam ke taman nasional.

Site Plan

Konstruksi Berkelanjutan

Pohon-pohon yang ada disurvei untuk penilaian kesehatan dan nilai. Intervensi desain lanskap dijaga seminimal mungkin, melestarikan pohon-pohon berharga sekaligus melestarikan sumber daya alam di lokasi tersebut. Bahan-bahan yang digali seperti batu saluran yang sudah ada sebelumnya dan batang pohon yang ditebang digunakan kembali dan didaur ulang sebagai bagian dari bahan konstruksi dan elemen desain taman yang baru. Pohon-pohon yang tidak sehat akan dipindahkan ke lokasi baru atau digunakan kembali sebagai bagian dari furnitur taman dan elemen taman bermain.

Program Komunitas Aktif

Pendekatan kolaboratif ini bersama dengan keterlibatan komunitas lokal dan pemangku kepentingan untuk mendorong inovasi dan kreasi bersama merumuskan tujuan proyek. Ruang aktif dan pasif menyediakan berbagai kegiatan rekreasi, pendidikan, dan sosial bagi masyarakat. Ruang terbuka biru-hijau yang telah direvitalisasi dapat diakses oleh orang-orang dari segala usia dan latar belakang, sebuah taman yang benar-benar memberikan kesejahteraan sosial bagi masyarakat setempat.

Taman Bermain

Konektivitas yang Ditingkatkan

Taman awal dipisahkan oleh sungai dan jalan lalu lintas yang sibuk memisahkan konektivitas pejalan kaki. Sebagai taman publik, konektivitas dan aksesibilitas inklusif bagi seluruh masyarakat sangatlah penting. Jembatan penyeberangan berbentuk tak terhingga dirancang untuk memenuhi konektivitas pejalan kaki sebagai jalur mulus yang menghubungkan taman-taman yang terpisah. Warna mencolok dan jembatan berkelok-kelok dirancang untuk menghindari pepohonan yang ada dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan yang ada, mengundang pengguna taman untuk menjelajahi seluruh taman.

Penyelesaian Tebet Eco Park dianggap sebagai tonggak penting bagi desain taman umum di kota Jakarta yang mengintegrasikan lanskap ekologi dan ruang rekreasi secara sempurna, memberikan kesetaraan yang lebih besar di kota, sebuah ekosistem di mana manusia dan alam dapat bersatu.

Sumber : ArchDaily

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply