Kisah Seorang Mahasiswa Arsitektur

Seorang mahasiswa kadang agak malas untuk menyelesaikan tugasnya dengan cepat, selalu mengulur waktu dan serta menggampangkan semua masalah dan yang paling parahnya selalu menggunakan sistem kerja semalam (SKS) untuk menyelesaikan semua tugas-tugas yang diberikan oleh dosennya.

Sebagai mahasiswa Arsitektur kita sering kali diberi tugas yang meliputi Perancangan Arsitektur atau Teknologi Bangunan, yang pada dasarnya dibutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk berfikir agar kita mendapatkan konsep yang baik dan dapat dijadikan rancangan untuk tugas tersebut. agar hasilnya pun maksimal maka mulailah mengerjakan tugas tersebut agar tidak mendesak waktu mengerjakannya (Kepepet), jika itu terjadi maka hasilnya pun kadang kurang baik.

Tak jarang mahasiswa yang mengerjakan tugas-tugasnya sampai begadang atau mungkin sampai pagi hari untuk mengerjakan tugas tersebut. dengan ditemani dengan secangkir dan sebungkus . tetapi dengan adanya kopi dan rokok yang menemani, kita dapat menciptakan ide-ide yang bagus untuk sebuah rancangan arsitektur. tetapi tidak semua mahasiswa seperti itu, itu hanya sebagian kecil saja. dan ide yang menakjubkan dan ide yang dapat dipertanggung jawabkan kepada dosen yang memberi tugas tersebut. setelah semua ide terkumpul dan mulai dijadikan konsep sebuah rancangan maka kita pun harus mempresentasikan konsep tersebut kepada dosen pemberi tugas. jika lolos dalam tahap konsep ini maka selanjutnya kita melakukan rancangan awal berupa sketsa dan kemudian dipresentasikan hingga tahap akhir perancangan. upss,, jangan lupa setiap tugas perancangan arsitektur itu harus disertai dengan Maket atau kita biasa mengenal sebagai miniatur bangunan. itu merupakan salah satu kewajiban tugas dari mahasiswa arsitektur.aduuhh,,, begitulah kisah seorang mahasiswa arsitektur, mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan ini hanya cerita dari sebagian orang saja,,,

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Show 11 Comments

11 Comments

  1. Anonim

    manteb bisa buat bahan renungan nih

  2. Anonim

    Memang kadang sistem kebut semalam, membuat munculnya ide baru, mungkin karena kepepet ya

  3. Anonim

    tapi mestinya keterima di tehnik arsitek kan mesti orang yang memiliki kompetensi ke sana, meskipun mendadak pastilah bisa menghasilkan sesuatu yang standar baik, kecuali kalo menciptakan inovasi baru pastilah… nggak cuma secangkir kopi dan sebungkus malbor aja kan…

    pake posing juga mesti… wakakakaka…

  4. @ Tiyo & – S L I K E S –
    Jangan terlalu banyak merenung atuh kang,,, hihihi,,

    @ Edo dot com
    Hihihi,,, Inget masa muda yah kang,,,

    @ Erik
    Tapi hasilnya pun tidak maksimal, hasilnya hanya seadanya,,,

    @ Suryaden
    Wkwkwk,,, ya pasti Pusing lah kang,,,

  5. Anonim

    Hohohoho..Ga cuman Arsitektur, yang lainnya juga, termasuk saya he he he./.

    Salam hangat dari Bocahbancar..

  6. Anonim

    Aduh,,, mahasiswi mana ya ini t?kenalin donk!!hehe..

  7. wah, memang inilah namanya Mahasiswa Arsitektur dan itu menjadi pengalaman saya juga, tapi walaupun begitu meremehkan atau tidak meremehkan, rajin atau tidak rajin tetap saja kerja kebut semalam (harus on time setiap saat), Namun masih ada juga gangguan-gangguan lain dalam tercapainya tuntutan itu baik teknis maupun non teknis.
    Sebenarnya kalau dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati tentu akan mendapatkan hasil yang memuaskan(walaupun kita tidak cepat puas akan sesuatu) karena hakikatnya studio perancangamn arsitektur adalah kegiatan atau permainan yang sanhgat menyenangkan.

    salam kenal ya….
    blog ku. http://nashararchitect.blogspot.com

    trm ksh…

Leave a Reply