Gedung Pusat Kreatif dan Inovasi di Tasikmalaya

Gedung Pusat Kreatif dan Inovasi

Architects: SHAU Indonesia
Area: 1994 m²
Year: 2023
Photographs: Andreaswidi
Manufacturers: Magna System, Toto, Viro
Lead Architects: Florian Heinzelmann and Daliana Suryawinata
MEP Engineer: Daryana
Architecture / Shau: Florian Heinzelmann, Daliana Suryawinata, Rizki Supratman, Muhammad Ichsan, Alfian Reza Almadjid, Multazam Akbar Junaedi
Structural Engineer: Joko Agus Catur Wibowo
Program / Use / Building Function: Creative Center, Auditorium, Exhibition Hall, Creative workshop, Coworking space
City: Tasikmalaya
Country: Indonesia

Sejarah

Gedung Pusat Kreatif dan Inovasi Tasik dirancang oleh SHAU sebagai contoh strategi desain ‘sosio-iklim’ yang secara khusus disesuaikan dengan konteks Jawa Barat, Indonesia. Proyek ini ditugaskan oleh mantan Gubernur Ridwan Kamil untuk mendukung komunitas kreatif dan seniman individu yang sedang berkembang di Tasikmalaya, sebuah kota dinamis dengan sekitar 733.000 penduduk, terletak 120 km Tenggara Bandung dan terkenal dengan keahlian tenunnya.

Ground Floor
Cross Section

Konsep

Gedung ini terletak di dalam kompleks olah raga Dadaha yang terkenal dengan stadionnya yang sering dikunjungi penduduk setempat. Salah satu persyaratan desain adalah mempertahankan tempat parkir yang ada. Sebagai keputusan desain, auditorium dan ruang pameran ditinggikan untuk memungkinkan parkir di permukaan tanah. Hal ini juga menciptakan peluang untuk tangga tempat duduk megah yang menghadap ke alun-alun umum. Plaza ini dirancang di sisi barat daya pintu masuk utama dan akan menampilkan pilihan patung kontemporer, lokal, dan luar ruangan. Tangga juga berfungsi sebagai area tempat duduk semi outdoor tertutup yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, seperti acara kumpul, live music, dan diskusi.

Interior

Dirancang sebagai bangunan budaya tropis, Pusat Kreatif dan Inovasi Tasik menggabungkan balkon, teras, dan ruang semi-outdoor, mengundang pengunjung untuk masuk dan menjelajah. Untuk menekankan karakter publik bangunan tersebut, diperkenalkan rute melalui gedung, melewati area pameran. Rute ini dapat diakses sepanjang hari, sehingga memungkinkan untuk melihat bagian dari karya yang dipamerkan atau lokakarya seni yang sedang dibuat kapan saja.

Gedung Pusat Kreatif dan Inovasi

Bangunan ini selanjutnya berisi ruang kerja bersama dan auditorium untuk acara dan pemutaran film. URGTSK, komunitas kreatif di Tasikmalaya, berkontribusi dalam penyusunan program gedung tersebut. Tim terlibat dalam proses partisipatif untuk memahami kebutuhan pengguna di awal tahap desain.

Eksterior

Bangunannya dibungkus dengan elemen facade anyaman, yang mengurangi perolehan panas matahari dan menaungi interior. Panel tenun dan kepadatannya dipilih sesuai dengan program yang sesuai di belakang fasad dan pemandangan ke luar. Untuk menghemat energi, gedung ini hanya menggunakan AC di auditorium dan ruang pameran utama. Selama acara lokakarya dan acara lainnya, area pameran dapat memiliki ventilasi silang dengan membuka dinding kaca geser, sehingga AC dapat dimatikan.

Eksterior

Sumber: ArchDaily

Estimated reading time:4 minutes

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply